Jumat, 11 November 2016
Selasa, 14 Juni 2016
Siapa suruh jadi PERAWAT?
Siapa suruh jadi PERAWAT?
Kawan... berapa banyak dari anak-anak ketika mereka ditanya apa cita-cita mereka, mereka akan menjawab menjadi PERAWAT? Berapa banyak orangtua yang merasa sangat bangga ketika mereka memiliki anak seorang PERAWAT? Berapa banyak masyarakat yang memuji dan mengaku kagum dengan profesi PERAWAT? Kawan, bisakah kau jawab?
"Apa sih hebatnya jadi PERAWAT?", seorang ayah bertanya pada anaknya yang sedang mengisi formulir Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri. "Kamu kan pintar, masuk saja kedokteran.... yah, pilihan kedua keperawatan boleh lah...." (not the main choice)
Lalu seorang kawan ingin melanjutkan pendidikannya ke fakultas keperawatan selepas SMU, namun temannya yang ingin melanjutkan pendidikannya menjadi seorang dokter berkata "Kamu mau jadi perawat? hah??? kamu yakin? haha... baguslah, nanti kan aku jadi dokter, berarti kamu bisa kerja denganku dan bisa kusuruh-suruh...." (not a great profession)
Dan banyak pendapat lain dari kawan2 kita:
"PERAWAT? Jadi perawat gak usah sekolah tinggi-tinggi... nanti juga kerja cuma ngurusin 'tai' (maaf..)" (not for smart people)
"Jadi perawat mana ada duitnya?"
"Masa udah pintar2 sekolah di sekolah unggulan cuma untuk jadi perawat?"
Kesimpulannya..... banyak alasan untuk tidak jadi PERAWAT.
- Perawat bukan pekerjaan yang hebat (menurut sebagian besar sumber). Bagaimana bisa hebat kalau pekerjaannya ngurusin hal-hal yang jorok seperti urine dan kotoran manusia. Pekerjaan yang kotor dan menjijikkan. Buat apa sekolah tinggi kalau akhirnya cuma ngerjain hal-hal semacam itu.
- Perawat pekerjaan yang melelahkan fisik, hati dan pikiran. Jadi perawat harus bisa kerja shift. Ada dines pagi yang mulainya pagi sekali dan pulang sore, ada yang dines sore yang mulainya tengah hari sampai beberapa jam sebelum tengah malam, dan yang paling susah ada dinas malam yang mulainya malam sampai pagi keesokan harinya. Nggak perduli hari kerja atau hari libur. 24 jam sehari 7 hari seminggu, perawat gak boleh absent. Malah kadang-kadang meninggalkan keluarga. Melewatkan acara-acara yang asyik karena malah kerja di hari libur, atau tidur di siang hari akibat kerja semalaman. Mengalami dilema yang sulit seperti harus merawat orang lain yang sakit sementara anak di rumah juga sedang sakit. Merelakan hidup di kehidupan yang agak tidak normal. Beberapa kasus menunjukkan bahwa ada beberapa keluarga yang hancur karena istri/suami yang profesinya perawat kurang bisa memenuhi harapan pasangannya (ya itu tadi, suami pulang eh istri malah berangkat kerja, anak-anak dan istri libur eh suami mesti ber-dinas ria). Cemberut dikit atau agak nggak sabaran sama pasien yang bandel dibilang judes. mmmmhhh... Perawat kan juga manusia.
- Perawat cuma pekerjaan pembantu Dokter. Bukannya nyalahin Dokter. Tapi fenomena yang terjadi adalah perawat cuma dianggap pembantunya dokter, gak bisa melakukan pekerjaannya tanpa instruksi dari dokter. Gak boleh membantah apalagi kasih saran sama Dokter. Dokter boleh membentak perawat yang kerjanya menurut dia tidak memuaskan. Bahkan menurut masyarakat: kalo Pasien tambah buruk, itu berarti salah perawat, tapi kalau pasiennya jadi sembuh, itu berkat jasa Dokter. .....just in some cases, not always but often happened......
- Perawat bukan pekerjaan yang dibanggakan. Bagaimana bisa bangga kalau sudah kerja capek-capek eh tetap miskin pula ditambah lagi dipandang sebelah mata sama orang-orang.

Tapi benarkah Perawat seburuk itu???
Terus kenapa masih ada yang mau jadi perawat?
1. Karena Perawat adalah Pahlawan.
Dia ada saat pasien-pasien ada dalam kondisi terburuk, gak cuma ada saat seseorang dalam kondisi normal dan maksimal. Dia selalu merelakan waktunya demi kepentingan orang lain yang membutuhkan, walau kadang harus mengorbankan orang-orang yang dicintainya. Perawat tidak pernah meninggalkan pasien dan selalu ada untuk kliennya 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Coba kalau ada liburnya, masa pasien harus ditunda dulu sakitnya, atau sakitnya pilih waktu di jam dan hari kerja saja. Perawat punya jiwa pengabdian yang besar, yang ketika orang-orang tidak menganggapnya berarti, masih bisa tersenyum dan merawat. Perawat punya kesabaran yang tinggi, menghadapi Dokter dan teman-teman kerja yang lain, menghadapi pasien yang terlalu sakit atau terlalu cerewet, menghadapi keluarganya yang selalu menagih dan meminta. Perawat akan jadi mulia ketika mereka bisa bekerja dengan tulus walau tidak dibayar dengan pantas. Perawat adalah malaikat yang sanggup membangkitkan semangat hidup pasien-pasiennya yang sudah putus asa. Perawat juga pendamping dan pendengar yang baik pada saat gembira sampai saat ajal hampir menjemput. Tidak semua orang bisa jadi perawat yang hebat, tapi hebatlah perawat yang sanggup bertahan menjalani profesinya secara profesional tanpa imbalan yang sepadan. Mereka tidak menghitung kepuasan bekerja lewat uang atau pujian. Perawat merasa senang ketika satu senyum terukir di bibir sang pasien dan keluarga pasien. Perawat merasa bangga ketika seorang anak kecil yang sakit jantungnya berlari untuk mencari dan memeluknya. Perawat tersenyum ketika pasiennya membuka mata dan menggerakkan tangan seusai operasi. Perawat akan menangis ketika pasiennya tidak lagi ingin melanjutkan hidupnya. Perawat turut berduka ketika melepas pasien menuju ke alam baka. Perawat terluka ketika Pasien terlihat kesakitan dan menderita sementara tak banyak yang bisa dilakukan untuk menolongnya. Perawat sanggup mengubah dirinya jadi apapun saat bekerja bisa jadi petugas administrasi saat pasien masuk atau pulang di malam hari atau di hari libur, Pasien bisa jadi satpam yang menjaga keamanan pasien saat pasien membutuhkannya, Perawat bisa membersihkan ruangan atau mengepel lantai saat dibutuhkan di malam hari. Perawat mau bekerja lembur saat ada kecelakaan besar, bencana atau wabah penyakit, walau kadang tanpa tambahan imbalan atau bekerja sukarela.
Ah... lagi-lagi Perawat. Benarkah ia tidak penting ketika sebuah rumah sakit tidak bisa berdiri tanpa kehadirannya. Benarkah dia tidak berharga ketika saat ia bekerja ia mengorbankan harga dirinya.
Indonesia, bisakah kau lebih ramah sedikit kepada perawat-perawat ini. bisakah ada senyum yang terluang untuk orang-orang yang membantumu saat kau tidak berdaya dan tergeletak di rumah sakit. Bisakah keluarga memberikan sedikit pengertian dan dukungan, membuat mereka merasa dibanggakan dan dibutuhkan serta tidak ditinggalkan. Bisakah ia dianggap berarti dengan memberikan gaji yang paling tidak setara dengan orang-orang di bidang yang lain pada level yang sama.
Manusia belajarlah menghargai orang melalui hal-hal positif yang dilakukannya, bukan hanya menghakimi seseorang melalui kehebatan profesinya. Perawat cuma salah satu contoh. Petugas kebersihan di jalan atau di tempat kerja, supir-supir angkutan umum, orang-orang yang menjual makanan, pembantu dirumah, dsb - alangkah hebatnya kita kalau kita bisa menghargai dan mengucapkan terima kasih pada orang orang yang walaupun dianggap hina bagi dunia tapi telah melakukan hal-hal terbaik untuk membantu kita. Tanpa mereka apakah kita bisa hidup sebaik ini?
Jumat, 10 Juni 2016
10 CARA SUKSES DALAM ISLAM
INILAH 10 CARA SUKSES DALAM ISLAM YANG LUAR BIASA
Ada 10 Cara Sukses dalam Islam, ini belum semuanya, tetapi jika dilakukan ini sudah sangat dahsyat. Sudah banyak bukti dan cerita akan keberhasilan mengamalkan cara sukses. Bahkan, meski hanya salah satu yang difokuskan, tetapi hasilnya luar biasa.
Sukses yang kita raih, insya Allah sukses dunia akhirat, selama kita ikhlas. Kuncinya jangan pernah meminta balasan atau berharap kepada selain Allah. Dan niat utama kita adalah beribadah kepada Allah dan karena Allah. Bukan karena harta atau kesuksesan duniawi saja.
Jika kita mengharapkan akhirat, insya Allah dunia akan mengikuti.
10 Cara Sukses dalam Islam
#1 Niatkan Maka Kau Akan Mendapatkan
Jangan sepelekan dengan kekuatan niat. Niat akan membawa keberhasilan. Bagaimana Anda akan mendapatkan sesuatu jika Anda tidak meniatkan diri untuk mendapatkan. Adalah betul, niat saja tidak cukup dan saya tidak mengatakan hanya niat untuk meraih sukses. Yang saya maksudkan adalah niat sebagai awal Anda dalam meraih sukses.
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist:
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. (HR Bukhari Muslim).
Penting Untuk Membaca Penjelasan lengkap disini: Niatkan, maka Anda akan mendapatkan
Sudahkah Anda punya niat sukses?
Akan lebih baik, jika niat Anda diperluas. Niat yang baik, positif, dan membawa kepada sukses dunia akhirat.
#2 Mendoakan Saudara
Rahasia sukses yang kedua dari 10 Cara Sukses dalam Islam Dijamin Dahsyat itu ialah: mendo’akan saudara kita kebaikan yang sama dengan yang kita inginkan tanpa sepengetahuan orang tersebut. Jika kita mendo’a saudara kita, tanpa sepengathuan kita, insya Allah kita akan mendapatkan apa yang kita do’akan.
Dari Abu Darda ra bahwasannya ia mendengar Rosululloh SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: Dan untuk kamu pula seperti itu”. (HR. Muslim)
Perhatikan poin “tanpa sepengetahuan saudaranya”. Ini akan menjaga keikhlasan kita. Tidak perlu mengatakan kepada seseorang bahwa kita sudah dan biasa mendoakannya. Biarkan dia tidak mengetahuinya karena kita hanya berharap do’a dari para malaikat dan dikabulkan oleh Allah.
#3 Miliki Ilmunya
Entah kenapa, ada saja orang yang mengkampanyekan kita supaya bodoh. Padahal menuntut ilmu ada kewajiban kita sebagai umat Islam. Yang salah adalah menuntut ilmu saja tanpa diamalkan. Menjadi bodoh karena malas menuntut ilmu juga salah. Bertindak tanpa ilmu seperti berjalan di kegelapan.
Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah)
“Barangsiapa menginginkan sukses dunia hendaklah diraihnya dengan ilmu dan barangsiapa menghendaki sukses akherat hendaklah diraihnya dengan ilmu, barangsiapa ingin sukses dunia akherat hendaklah diraih dengan ilmu” ~Iman Syafi’i
Anda mau sukses apa? Belajarlah cara meraihnya. Banyak orang tidak bisa meraih sukses tertentu karena dia tidak mengetahui ilmunya.
#4 Berubahlah
Allah yang menentukan, namun perintah Allah juga agar kita mau mengubah diri sendiri. Maka, jika Anda ingin meraih apa yang Anda inginkan atau mengubah kondisi Anda, maka berubahlah.
“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya” (QS Ar-Ra’d:11)
Sungguh aneh, banyak orang yang mengeluh dengan kondisinya, menginginkan sesuatu belum tercapai, dan tidak ada peningkatan dalam hidupnya. Tapi dia tidak berubah.
Berubahlah menjadi lebih baik, mulai dari pola pikir, kemampuan, target-target, dan juga ilmu.
#5 Silaturahim
Silaturhim atau silaturahmi adalah kunci sukses berikutnya. Jangan karena sudah terhubung melalui facebook, kemudian kita tidak pernah bertemu secara langsung. Luangkan waktu untuk bertemu orang. Baik orang yang sudah kita kenal maupun orang baru.
Silaturahmi itu untuk menjaga kedekatan dengan yang sudah kita kenal juga untuk menambah teman atau saudara baru.
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (HR Muslim)
“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)
Programkan silaturahmi setiap hari menemui 1-2 orang atau lebih dan lihat perubahan yang terjadi.
#6 Berdo’a
Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Ku. Maka bermohonlah kepada-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Q.S Al-Baqarah :186).
Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda : “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)
# 7 Tawakal
Dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
#8 Shadaqah
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 261)
# 9 Syukur
Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih” (QS Ibrahim: 7)
# 10 Bertaqwa
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq:2-3)
Penutup
10 Cara Sukses dalam Islam ini hanya sebagian dari cara sukses yang ada di dalam Al Quran dan hadits. Jika diteliti lagi, akan sangat banyak yang menjadikan kita menjadi manusia sukses. Sukses seutuhnya, bukan hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat.
Mau menambahkan? Silahkan di form komentar, dengan senang hati 

Tulisan 10 Cara Sukses dalam Islam hanyalah sebagai triger, agar kita lebih termotivasi lagi untuk meraih sukses dengan cara islami.
Langganan:
Komentar (Atom)